Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

Perilaku Konsumsi Gizi yang Salah pada Remaja Sekolah

Ketidak tahuan akan gizi yang benar pada usia remaja taupun sekolah, menyebabkan remaja tersebut sering berperilaku konsumsi gizi yang salah. berikut beberapa perilaku konsumsi gizi yang salah pada remaja/anak sekolah:
1. Tidak Mengonsumsi Menu Gizi Seimbang
Kebiasaan remaja dan anak yang susah makan, ini biasanya hanya gemar pada makanan seperti mie, padahal jelas mie goreng itu hanya mengandung karbohidrat dan lemak saja. tidak ada sumber protein, vitamin dan mineralnya.
2. Kebiasaan Tidak Sarapan Pagi
Makan pagi mempunyai peranan penting bagi anak remaja yang khususnya sekolah/kuliah, yaitu untuk pemenuhan gizi di pagi hari dimana para remaja dan anak-anak tersebut mempunyai aktivitas yang sangat padat di sekolah. Apabila anak-anak terbiasa sarapan pagi, maka akan berpengaruh terhadap kecerdasan otak, terutama daya ingat sehingga dapat mendukung prestasi belajar anak/ remaja tersebut ke arah yang baik. Sarapan pagi merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik agar dapat berkonsentrasi disekolah.
Ketika bangun pagi, gula darah dalam tubuh kita rendah karena semalaman tidak makan. Tanpa sarapan yang cukup, otak akan sulit berkonsentrasi di sekolah/di kampus.
3. Jajan tidak sehat di Sekolah/ di Kampus
Anak-anak remaja tidak dapat terlepas dari makanan jajanan di sekolah. hal ini merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan energi karena aktivitas di sekolah yang tinggi. Biasanya para remaja sekolah ini menyukai makanan yang tinggi kalori yang bersumber dari lemak dan gula. padahal makanan tradisional sebetulnya kaya akan serat dan kalorinya tidak terlalu tinggi.
4. Kurang Mengonsumsi Buah dan Sayur
Anak-anak sekolah atau remaja umumnya susah apa bila disuruh mengonsumsi buah dan sayur. Padahal buah dan sayur merupakan sumber zat gizi vitamin, serat dan mineral. yang tentunya sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan remaja/anak tersebut.
5. Mengonsumsi Fast Food dan Junk Food

Para remaja-remaja biasanya sangat suka mengonsumsi fast food dan junk food karena mereka terpengaruh oleh iklan-iklan yang ada di televisi sehingga mereka beranggapan bahwa fast food dan junk food menunjukkan status sosial yang tinggi dan mengandung gizi yang baik. PADAHAL, itu tidak benar.. fast food tidak baik bagi kesehatan tubuh apabila di konsumsi dalam jumlah banyak, karena fast food dan junk food merupakan makanan tinggi lemak dan kolesterol. Bahkan di negara asalnya yaitu amerika ataupun Italia, makanan fast food dan Junk food ini di anggap sebagai makanan Sampah. Maka dari itu, mulailah konsumsi makanan tradisional yang kaya akan gizi tentunya.
6. Konsummsi Gula Berlebihan
Para remaja baik di sekolah maupun di kampus sering jajan yang serba manis-manis seperti es, gula-gula dan sebagainya. yang pada umumnya mengguna pemanis yangtidak aman untuk tubuh.
7. Konsumsi Natrium Berlebihan
Pada saat membeli jajanan juga biasanya para remaja suka membeli jajanan yang mengandung tinggi garam, seperti makanan ringan yang rasanya asin. Kelebihan Natrium, menyebabkan kadar natrium dalam darah meningkat. akibatnya, volume darah juga meningkat karaena kelebihan air disebabkan osmosis. peningkatan volume darah menyebabkan tekanan darah naik sehingga terjadi hipertensi.
8. Konsumsi Lemak Berlebihan
Para remaja lebih suka makanan jajan seperti bakso, mie ayam dan soto yang tinggi lemak ketimbang makan makanan yang di masak oleh orang tuanya di rumah. sehingga tubuh remaja tersebut tinggi akan lemak dan kolesterol.
9. Mengonsumsi Makanan Beresiko
Mengonsumsi makanan beresiko yaitu MSG berlebihan, kafein dan pengawet serta pewarna makanan yang berbahaya. untuk kesehatan dan berdampak untuk masa depannya.

Kamis, 17 Mei 2012

Uji Kandungan Formain



PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Konsumsi bakso, tahu dan mie pernah menurun pada saat beredarnya bakso, tahu dan mie yang mengandung formalin. Formalin adalah nama dagang dari campuran formaldehid, metanol dan air. Formalin yang beredar di pasaran mempunyai kadar formaldehid yang bervariasi, antara 20% - 40%. Formalin memiliki kemampuan yang sangat baik ketika mengawetkan makanan, namun walau daya awetnya sangat luar biasa, formalin dilarang digunakan pada makanan.
Formalin sudah lama dikenal sebagai zat pengawet jaringan yang di dalam dunia kedokteran digunakan sebagai pengawet jaringan yang harus dikirim oleh dokter ahli bedah ke laboratorium untuk diperiksa secara mikroskopik dalam penegakkan diagnosis. Dalam pendidikan kedokteran formalin juga digunakan sebagai pengawet jenazah agar dapat digunakan sebagai bahan praktikum. Penggunaan formalin selain di bidang kedokteran oleh masyarakat misalnya untuk mengawetkan hewan seperti burung, tupai, berang-berang, kera, ular, kupu-kupu, dan bahkan harimau atau kijang. Hal tersebut memungkinkan ada sebagian anggota masyarakat yang berfikir, jika formalin dapat mencegah membusuknya burung dan bahkan kijang, formalin tentu juga dapat mengawetkan bakso, tahu dan mie sehingga tidak cepat basi. Mereka tidak berfikir jauh bahwa di samping dapat berguna sebagai pengawet, formalin juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan, bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif. Uap dari formalin sendiri berbahaya jika dihirup oleh saluran pernafasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia. Untuk mata, seberapa encerpun formalin ini tetap iritatif. Jika sampai tertelan, orang tersebut harus segera minum air sebanyak mungkin dan diminta memuntahkan isi lambung.

1.    Sejarah
a)    Sejarah Bakso

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak di tawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan dan mall-mall. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai.
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini ditunjukkan dari istilah Bakso berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging babi giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Seiring berkembangnya waktu, istilah bakso menjadi lebih dikenal dengan 'daging giling' saja. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang.

•    Macam-macam Jenis Bakso
Bakso urat     : bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar.
Bakso bola tenis atau bakso telur : bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
Bakso ikan    : bakso berbahan daging ikan
Bakso udang    : bakso berbahan dari udang
Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang , Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng
Bakso keju    : bakso resep baru berisi keju
Bakso Bakar    : bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.

b)    Sejarah Tahu
Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi:
豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti “kedelai yang difermentasi”. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai makanan rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, misalnya tahu Sumedang dan tahu Kediri.
Salah satu teori yang menjelaskan bagaimana tahu pada awalnya terbentuk adalah proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah. Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama.
Contoh tahu :
•    Tahu Bulat
adalah makananyaitu sejenis tahu yang bentuknya bulat seperti bola pingpong hanya tahu ini telah dicampuri dengan bumbu-bumbu dan bahan lainnya sehingga tahu ini memiliki rasa yang gurih dan enak .

c)    Sejarah Mie
Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di Asia khususnya di Asia Timur dan Asia Tenggara. Menurut catatan sejarah, mie pertama kali dibuat di daratan Cina sekitar 2000 tahun yang lalu pada masa pemerintahan dinasti Han. Dari Cina, mie berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan dan negara-negara di Asia Tenggara bahkan meluas sampai kebenua Eropa. Menurut buku-buku sejarah, di benua Eropa mie mulai dikenal setelah Marco Polo berkunjung ke Cina dan membawa oleh-oleh mie. Namun pada perkembangannya di Eropa mie berubah menjadi pasta seprti yang kita kenal saat ini.
Sesungguhnya seni menggiling gandum telah lebih dahulu berkembang di Timur Tengah, seperti di Mesir dan Persia. Logikanya mie juga mula-mula berkembang di sana dan diajarkan sebagai sebagai lembaran-lembaran tipis menyerupai mie. Pada awalnya mie diproduksi secara manual, baru pada tahuan 700-an sejarah mencatat terciptanya mesin pembuat mie berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik. Evolusi pembuatan mie berkembang secara besar-besaran setelah T.Masaki pada tahun 1854 berhasil membuat mesin pembuat mie mekanik yang dapat memproduksi mie secara masal. Sejak saat itu, mie mengalami banyak perkembangan, seperti di Cina mulai diproduksi mie instant yang dikenal dengan nama Chicken Ramen dan di Jepang muncul Saparo Ramen (1962).

B. Tujuan Penelitian
1.    Mengidentifikasi kandungan formalin dalam sample bakso, tahu, dan mie yang diambil dari beberapa pedagang.
2.    Mengetahui ada tidaknya formalin dalam bakso, tahu dan mie.
3.    Mengetahui langkah-langkah kerja dalam menganalisa kandungan formalin

C. Alat dan Bahan
Alat :
1.    Pipet
2.    Gelas ukur
3.    Pengaduk
4.    Tabung reaksi
5.    Rak Tabung Reaksi
6.    Mortal Penumbuk
Bahan :
1.    Bakso
2.    Tahu Bulat
3.    Mie
4.    Air
5.    Fehling A
6.    Fehling B

D. Langkah-langkah kerja
Langkah kerja dalam menganalisis kandungan formalin :
1.    Ambil sebagian sample makanan yang akan diteliti yaitu Baso, Tahu bulat, dan Mie.
2.    Tumbuk dan hancurkan ketiga sample tersebut, beri sedikit air untuk mendapatkan kaldu.
3.    Masukan ketiga sample tersebut kedalam tabung reaksi yang berbeda.
4.    Masukan pereaksi 1 formalin, yaitu Fehling A kedalam masing-masing sample dan tunggu beberapa menit, apakah ada perubahan warna atau tidak.?
5.    Apabila tidak ada perubahan warna, masukan kembali pereaksi 2 Formalin menggunakan Fehling B. Dan lihat perubahan yang terjadi.
6.    Apabila mengandung Formalin terdapat endapan merah muda pada sample tersebut.

E. Data Pengamatan
                Tabel Pengamatan Uji Formalin
No     Sample     Perubahan Warna dan endapan    Hasil (Ya/Tidak)
1    Bakso    Tidak mengalami perubahan warna dan tidak mengandung endapan    ( Tidak )
2    Tahu Bulat    Mengalami perubahan warna menjadi keunguan dan mengandung endapan merah muda   ( Ya )
3    Mie     Tidak mengalami perubahan warna dan tidak mengandung endapan    (Tidak)

F. Kesimpulan
    Berdasarkan pengamatan di atas, diketahui tahu bulat mengandung formalin karena mengalami perubahan warna menjadi keunguan dan mengandung endapan berwarna merah muda sedangkan bakso dan mie tidak mengandung formalin karena tidak mengalami perubahan warna dan tidak mengandung endapan merah muda.

G. Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai hasil praktikum dari kelompok kami, semoga bermanfaat bagi kami dan khususnya bagi pembaca. Semoga hasil dari penelitian ini bisa dijadikkan bahan pertimbangan bagi masyarakat yang mengkonsumsi  dan juga bisa lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tentunya laporan ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.

Bahayakah KAFEIN itu???

Kafein???bahaya ga sih??? Sebenarnyaa mengonsumsi kafein seperti yang terkandung dalam kopi dan teh itu boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Namun, jika konsumsi menjadi suatu rutinitas dalam jumlah yang banyak, maka kafein tersebut akan membahayakan kesehatan lo..
Tren-tren saat ini adalah banyaknya minuman energi(energy drink) yang mengandung kafein dan dikonsumsi oleh anak sekolah bahkan anak pra sekolah. Mengonsumsi kafein terlalu sering dapat menyebabkan tubuh terhidrasi karena akan menyebabkan banyak buang air kecil dibandingkan volume air yang diminum. kafein pun menyebabkan hilangnya memori, karena kafein menghambat enzim fosfodiesterase yang terlibat dalam proses pembelajaran dan perkembangan memori. kemudian kafein dapat meracuni sel-sel otak karena dapat mempengaruhi fungsi normal otak dan kecerdasan.
Kafein menyerang cadangan energi sel-sel otak dan dapat menghabiskan energi otak-otak sampai ke titik kelelahan. Saat otak memerlukan energi, sel tersebut sudah kekurangan energi dan hal ini menciptakan penundaan respon otak. inilah penyebab keletihan dan mudah marah setelah konsumsi kafein yang berlebihan.
Jadi, mulai sekarang kurangi lah konsumsi kafein anda, agar kesehatan anda selalu terjaga.
Terima Kasih, semoga bermanfaat. amin....

Senin, 14 Mei 2012

Kuliner Masakan Khas Thailand



A. Thailand
Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai; atau Prathēt Thai), yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.

1.     Sejarah
Asal mula Kerajaan Thai secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Kerajaan Thai dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Kerajaan Thai didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Kerajaan Thai.
Pada 26 Desember 2004, pesisir barat Kerajaan Thaiditerjang tsunami setinggi 10 meter setelah terjadinya gempa bumi Samudra Hindia 2004, menewaskan 5.000 orang di Kerajaan Thai, dan setengahnya merupakan wisatawan.
Pada awal 2005 terjadi sebuah tragedi di Kerajaan Thai Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas Muslim. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.
2.      Budaya
Muay Thai, sejenis seni bela diri kickboxing ala Kerajaan Thai, adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Ada pula seni beladiri yang mirip dengan muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.
Ucapan penyambutan yang umum di Kerajaan Thai adalah isyarat bernama wai, yang gerakannya mirip dengan gerakan sembahyang. Hal-hal yang tabu dilakukan di antaranya menyentuh kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki, karena kepala dan kaki masing-masing merupakan bagian tubuh yang paling atas dan bawah.
Masakan Kerajaan Thai mencampurkan empat macam rasa yang dasar: manis, pedas, asam dan asin.

B.  Masakan Thailand
Masakan Thai atau masakan Thailand mencakup makanan dan minuman serta cara memasak khas Thailand. Ciri khas masakan Thai adalah rasa pedas dan penuh bumbu, namun dipadu dengan keseimbangan rasa manis, asin, masam, dan pedas.
Walaupun semuanya disebut masakan Thai, di Thailand terdapat empat jenis masakan daerah yang berasal dari empat daerah utama: Thailand Utara, Thailand Timur Laut (masakan Isan), Thailand Tengah, dan Thailand Selatan. Masing-masing masakan daerah mendapat pengaruh dari masakan Cina dan masakan negara-negara tetangga. Tidak seperti kari khas Thailand yang menggunakan rempah-rempah segar, kari Thailand Selatan memakai rempah-rempah kering yang digoreng seperti kari India.[1] Ciri khas lain masakan Thailand Selatan adalah pemakaian santan dan kunyit segar. Mayoritas penduduk Thailand Selatan beragama Islam. Nenek moyang mereka datang dari anak benua India lebih dari dua ribu tahun lampau sehingga masakan Thailand Selatan mirip dengan masakan India.[1] Masakan Thailand Timur Laut (Isan) sering memakai perasan limau, dan sangat dipengaruhi oleh masakan Laos. Sebagian besar makanan Thai yang dikenal sekarang merupakan adaptasi dari masakan Cina yang diperkenalkan di Thailand oleh orang Tio Ciu yang merupakan mayoritas orang Cina-Thai. Masakan yang mulanya berasal dari Cina, misalnya: jok, kwetiau rad na, khao kha moo (moo pa-loh), bamii (bahasa Thai: บะหมี่, mi kuah), dan khao mun gai.
Bumbu dan rempah-rempah dipakai dalam keadaan segar (bukan rempah-rempah kering). Di antara bumbu-bumbu yang umum dalam masakan Thai adalah cabai rawit, cabai merah, santan, kecap ikan (nam pla), jahe, bawang putih, bawang merah, daun ketumbar, serai, terasi (kapi), gula jawa, dan asam jawa.
1.                 Cara Penyajian
Berbeda dari hidangan utama dengan berbagai hidangan sampingan dalam masakan Barat, masakan Thai biasanya terdiri dari satu jenis makanan atau nasi (khao, bahasa Thai: ข้าว) dengan lauk pauk yang dihidangkan secara bersamaan dan dinikmati beramai-ramai.
Makanan Thai dimakan dengan sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, namun secara tradisional, orang Thai makan dengan tangan. Hanya masakan mi atau sup berisi mi yang dimakan dengan sumpit dan sendok. Orang suku pedalaman di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut memakan ketan dengan tangan. Sewaktu makan, ketan dicomot lalu dipulung menjadi bola kecil sebelum dicocol ke dalam lauk.
Nasi adalah makanan pokok orang Thai. Beras wangi Thai adalah beras kebanggaan Thailand. Ketan (khao niao, bahasa Thai: ข้าวเหนียว) adalah makanan pokok di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut.
Nasi dimakan dengan kari, masakan tumis, dan hidangan lain yang biasanya memakai bumbu cabai, limau dan serai. Kari dan sayuran tumis dituangkan ke atas nasi untuk membuat hidangan yang disebut khao rad gang (bahasa Thai: ข้าวราดแกง). Hidangan ini dimakan sebagai makanan praktis ketika orang tidak memiliki waktu banyak untuk makan. Masakan Thailand Timur Laut dan Thailand Utara banyak dipengaruhi oleh masakan orang Lao.
Kwetiau (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยว) adalah mi yang populer di Thailand, dimasak menjadi kwetiau goreng pad thai (bahasa Thai: ผัดไทย) atau kwetiau kuah. Masakan Cina yang diadaptasi menjadi masakan Thai misalnya kwetiau kuah asam pedas yang disebut kway teow rua (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยวเรือ)
Nam prik (bahasa Thai: น้ำพริก) adalah sebutan untuk sambal atau saus cabai ala Thailand. Setiap daerah di Thailand memiliki ragamnya masing-masing. Dengan memakai cobek dan ulekan, cabai diulek bersama bahan-bahan lain seperti bawang putih dan terasi. Nam prik dimakan bersama sayuran sewaktu makan nasi, atau dimakan sebagai lauk untuk makan nasi. Selain nam prik, masakan Thai juga dimakan dengan cabai kering atau irisan cabai segar yang dicampur dengan cuka beras.
2.       Bahan-bahan
Masakan Thai banyak memakai daging babi dan daging ayam, dan tidak terdapat banyak ragam masakan dengan daging sapi. Ikan air tawar dan ikan air laut dimasak dengan cara digoreng atau dibuat sup. Selain ikan, makanan laut yang populer adalah udang, kepiting, dan cumi-cumi. Sayuran yang populer adalah terung dan kangkung. Thailand sangat kaya dengan buah-buahan tropis seperti semangka, pisang, durian, manggis, jeruk, nenas, rambutan, pepaya, jeruk bali, dan lengkeng. Selain dimakan segar, buah-buahan juga dibuat sari buah dan manisan. Pepaya muda dibuat menjadi salad pepaya yang disebut som tam.
Penyedap yang umum dipakai orang Thai adalah kecap ikan yang disebut nam pla (น้ำปลา) dan terasi. Dibuat dari fermentasi udang atau ikan-ikan kecil seperti anchovy, nam pla memiliki rasa asin dan aroma ikan yang kuat.
Masakan Thai Tengah dan Thai Selatan memakai daun jeruk purut (bai makrut, ใบมะกรูด). Daun jeruk purut dipakai dalam berbagai sup Thai (misalnya tom yam) dan berbagai kari dari Thai Tengah dan Thai Selatan. Bumbu masak yang umum dipakai adalah bawang putih, lengkuas, serai, kunyit, dan temu kunci (krachai) yang diulek dengan berbagai jenis cabai untuk membuat bumbu kari. Selain daun kemangi yang disebut grapow (kraphao), masakan Thai juga memakai daun kemangi thai untuk beberapa jenis masakan seperti kari hijau.
Di antara bahan-bahan khas untuk masakan Thai adalah pahk chee (daun ketumbar), rahk pahk chee (akar ketumbar), pasta kari, pong kah-ree (bubuk kari), see-ew dahm (kecap asin hitam), gung haeng (ebi), pong pa-loh (bubuk lima rempah), nahmahn hoi (saus tiram), nahm prik pao (pasta cabai), dan tepung beras serta tapioka.
Di Thailand Timur Laut, serangga adalah makanan lezat. Kumbang air raksasa (Lethocerus indicus) (mang da; bahasa Thai: แมงดา) adalah makanan yang sangat populer, digoreng utuh atau dijadikan bumbu penyedap.[2] Kumbang air raksasa merupakan bahan utama pembuat nam prik mang da (nam prik kumbang air raksasa).[3]
3.       Makanan khas thailand
a.     Hidangan pembuka
·                      Tod man pla krai (bahasa Thai: ทอดมันปลา): gorengan pasta ikan.
·                      Pad Pak-boong (bahasa Thai: ผัดผักบุ้ง): tumis kangkung.
b.    Sarapan
·                      Jok (bahasa Thai: โจ๊ก): bubur dari beras.
·                     Khao Tom (bahasa Thai: ข้าวต้ม): sup nasi ala Thai, berisi daging babi, ayam, atau udang.
c.     Hidangan tunggal
·                     Khao pad (bahasa Thai: ข้าวผัด): nasi goreng ala Thailand, bisa memakai daging ayam, daging sapi, daging babi, udang, kepiting, kelapa, dan nenas.
·                     Pad thai (bahasa Thai: ผัดไทย): kwetiau goreng isi daging ayam atau makanan laut dengan bumbu nam pla.
·                     Rad na (bahasa Thai: ราดหน้า): kwetiau lebar yang digoreng daging sapi, daging ayam, udang, atau makanan laut.
·                     Khao pad naem (bahasa Thai: ข้าวผัดแหนม): nasi goreng dengan sosis hasil fermentasi (makanan khas Thailand Timur Laut)
·                     Pad see ew (bahasa Thai: ผัดซีอิ๊ว): mi goreng daging ayam/babi dengan kecap manis kental (see ew dum) dan nahm pla.
·                     Pad kee mao (bahasa Thai: ผัดขี้เมา, mi mabuk): mi goreng dengan daun kemangi thai.
·                     Khao khluk kapi (bahasa Thai: ข้าวคลุกกะปิ): nasi goreng terasi, dihidangkan dengan babi manis dan sayuran.
·                     Khanom chin namya (bahasa Thai: ขนมจีนน้ำยา): mi dengan bumbu kecap ikan, dan dimakan dengan sayuran segar.
·                     Khao soi (bahasa Thai: ข้าวซอย): mi garing yang dihidangkan di dalam sup kari ayam yang rasanya manis (masakan khas Thailand Utara.)
·                     Khao pad gai (bahasa Thai: ข้าวผัดไก่): nasi goreng ayam.
·                     Khao mun gai (bahasa Thai: ข้าวมันไก่): nasi yang ditanak dengan bawang putih, ayam rebus, dan kaldu ayam, dihidangkan dengan saus cocol.
·                     Gai pad grapao (bahasa Thai: ไก่ผัดกะเพรา): daging ayam cincang dengan bawang putih, cabai, dan daun kemangi.
·                     Gai pad med mamoung himaphan (bahasa Thai: ไก่ผัดเม็ดมะม่วงหิมพานต์): potongan daging ayam dengan kacang mete dan cabai.
d.    Makanan asal thailand tengah
·                     Tom yam (bahasa Thai: ต้มยำ): sup asam pedas berisi daging. Bila berisi udang disebut tom yam goong (tom yam kung, bahasa Thai: ต้มยำกุ้ง). Tom yam berisi makanan laut (udang, cumi-cumi, dan ikan) disebut tom yam talae (bahasa Thai: ต้มยำทะเล), sementara tom yam daging ayam disebut tom yam gai (bahasa Thai: ต้มยำไก่).
·                     Gai Pad Khing (bahasa Thai: ไก่ผัดขิง): tumis ayam dengan potongan jahe.
·                     Tom kha gai (bahasa Thai: ต้มข่าไก่): sup asam pedas berisi daging ayam dan santan.
·                     Sate (bahasa Thai: สะเต๊ะ): sate daging babi atau daging ayam. Sate adalah masakan Indonesia yang populer sebagai jajanan di Thailand.
·                     Kari merah (gaeng phet, bahasa Thai: แกงเผ็ด): kari pedas dengan bumbu cabai merah kering.
·                     Kari hijau (gaeng khiew-waan, bahasa Thai: แกงเขียวหวาน): kari dengan bumbu cabai hijau segar dan daun kemangi thai. Daging yang dipakai bisa daging ayam atau bakso ikan. Kari hijau sering dianggap sebagai kari terpedas dalam masakan Thai.
·                     Kari massaman curry (bahasa Thai: แกงมัสมั่น): kari gaya India yang biasanya dibuat oleh orang Islam Thai. Kari jenis ini memakai rempah-rempah kering yang dihaluskan seperti biji ketumbar.
·                     Pad prik (bahasa Thai: ผัดพริก): daging sapi yang ditumis dengan cabai, dan juga disebut neua pad prik (bahasa Thai: เนื้อผัดพริก)
·                     Pad kraphao (bahasa Thai: ผัดกะเพรา): daging babi, daging sapi, atau daging ayam yang ditumis dengan daun kemangi thai.
·                     Pad pak ruam (bahasa Thai: ผัดผักรวม): tumis berbagai jenis sayuran.
·                     Phanaeng curry (bahasa Thai: พะแนง): kari kental berisi daging sapi (phanaeng nuea, bahasa Thai: พะแนงเนื้อ), daging ayam, atau daging babi. Seperti halnya kari massaman, kari jenis ini juga memakai rempah-rempah kering yang dihaluskan.
·                     Tod man (bahasa Thai: ทอดมัน): gorengan pasta ikan (tod man pla krai, bahasa Thai: ทอดมันปลากราย) atau pasta udang (tod man kung, bahasa Thai: ทอดมันกุ้ง)
·                     Boo Jah (bahasa Thai: ปูจ๋า): gorengan pasta kepiting dicampur daging babi, bawang putih, dan merica. Makanan ini dimakan dengan saus pedas seperti saus Sri Rachaa, saus bawang putih pedas manis, saus nahm prik pao (pasta cabai yang digoreng), atau pasta kari merah dan irisan daun bawang.
·                     Choo-Chee Plah Ga-Pong (bahasa Thai: ฉู่ฉี่ปลากระพง): ikan saus kari choo-chee.
e.     Masakan asal tailand timur laut
Masakan Thailand Timur Laut mirip dengan masakan Laos. Orang Isan yang tinggal di Thailand Timur Laut merupakan keturunan orang Lao. Bahasa mereka juga mirip dengan bahasa Lao.
Som tam (salad pepaya), gai yang (ayam panggang), dan khao niao (nasi ketan) adalah kombinasi yang sangat populer.
·                     Som tam (bahasa Thai: ส้มตำ, IPA: som ɗam) atau disebut dalam bahasa Lao/Isan sebagai ตำมักหุ่ง (IPA: ɗam mak huŋ) adalah salad pepaya parut yang ditumbuk di cobek dan ulekan. Ada tiga variasi som tam yang umum: som tam poo (bahasa Thai: ส้มตำปู) dengan kepiting hitam asin, som tam thai (bahasa Thai: ส้มตำไทย) dengan kacang tanah, ebi, dan gula jawa, serta som tam plara (bahasa Thai: ส้มตำปลาร้า) dari Thailand Timur Laut, dicampur ikan gurami asin, terung putih, kecap ikan, dan kacang panjang.
·                     Larb (bahasa Lao: ລາບ, bahasa Thai: ลาบ): salad masam yang dibuat dari daging, bawang bombay, cabai, tepung beras sangrai, dan dihiasi dengan daun mint.
·                     Nam tok (bahasa Thai: น้ำตก): salada daging yang mirip dengan larb, namun daging dipotong memanjang dan tidak dicincang.
·                     Yam (bahasa Thai: ยำ): nama umum untuk berbagai salad yang rasanya masam, antara lain dibuat dari sohun (yam wun sen bahasa Thai: ยำวุ้นเส้น) atau makanan laut (yam talae, bahasa Thai: ยำทะเล).
·                     Tom saep (bahasa Thai: ต้มแซบ): sup pedas dan masam ala Thailand Timur Laut.
·                     Gai yang (bahasa Thai: ไก่ย่าง): ayam panggang
·                     Suea Rong Hai (bahasa Thai: เสือร้องไห้): daging sapi (sandung lamur) panggang
·                     Khao niao (bahasa Thai: ข้าวเหนียว): sebutan untuk ketan yang ditanak sebagai makanan pokok orang Thailand Utara dan Thailand Timur Laut.
·                     Nam prik num (bahasa Thai: น้ำพริกหนุ่ม): saus cocol yang dibuat dari terung asam, cabai hijau, dan bawang putih.
f.     Hidangan penutup dan minuman
·                     Kao niao ma muang (bahasa Thai: ข้าวเหนียวมะม่วง): ketan dan irisan mangga matang
·                     Lod chong nam ka ti (bahasa Thai: ลอดช่องน้ำกะทิ): mi beras beraroma pandan yang dimasak dengan santan.
·                     Kanom tan (bahasa Thai: ขนมตาล): kue kelapa.
·                     Ruam mit (bahasa Thai: รวมมิตร): buah berangan yang dihidangkan bersama nangka, biji sagu, dan santan.
·                     Kanom chun (bahasa Thai: ขนมชั้น): kue lapis ketan aroma pandan
·                     Kanom bua loy (bahasa Thai: ขนมบัวลอย): bola-bola talas dalam santan.