Tampilkan postingan dengan label metabolisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metabolisme. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Kata Gizi berasal dari bahasa arab yaitu ghidza yang berarti "makanan", dan dalam arti luas ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dan hubungannya dengan kesehatan optimal.
Zat gizi (nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat dirubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
Bahan Makanan adalah makanan dalam keadaan mentah. Status Gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. 
Ada enam jenis zat gizi, yaitu Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin, Mineral dan Air. Adapun proses pengolahan zat gizi di dalam tubuh yaitu:
1. Pemasukan
Proses makan atau pemasukan makanan ke dalam tubuh.
2. Pencernaan
Proses pengolahan makanan oleh saluran cerna yang melibatkan proses mekanis dan kimiawi sehingga dapat diserap.
3. Penyerapan
Setelah makanan dicerna atau dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana, maka oleh dinding usus halus makanan diserap.
4. Transport
Ketika zat gizi masuk ke dalam aliran darah atau sistem limfatik, zat gizi ini diangkut kedalam bagian tubuh sehingga tersedia dalam sel di seluruh bagian tubuh.
5. Metabolisme
Seluruh reaksi kimia yang terjadi dalam jaringan tubuh.  Terdiri dari dua bagian, yaitu anabolisme (sintetik=pembentukan) dan katabolisme (degradatif=pemecahan). Jadi metabolisme = anabolisme+katabolisme.
6. Interaksi
Interaksi merupakan pengaruh timbal balik antara komponen-komponen  zat gizi maupun antara proses-proses pengolahan zat gizi dalam tubuh.
7. Penggunaan dan Penyimpanan
Zat gizi dalam makanan yang telah mengalami urutan proses dalam tubuh sampai dengan metabolisme digunakan atau disimpan oleh tubuh.
8. Pembuangan
Pembuangan atau yang sering disebut ekskresi merupakan proses pembersihan tubuh dari sisa pengolahan makanan.


Referensi:
1. Prinsip Dasar Ilmu GIzi, Sunita Almatsier
2. Nutrition and Food, Nirmala Devi

Sabtu, 28 April 2012

Metabolisme Karbohidrat

Bahasan MKH • Glikolisis (prtubahan glukosa menjadi piruvat dan laktat) • Dekarboksilasi oksidatif piruvat (perubahan piruvat menjadi asetyl Ko-A) • Glikogenesis • Glikogenolisis • Glukoneogenesis • Jalur Pentosa Fosfat • Jalur Asam Uronat • Metabolisme fruktosa dan galaktosa GLIKOLISIS Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat. Melalui beberapa tahap. Tahap awal glikolisis yaitu mengikat ATP (membutuhkan energi, biasanya mengikat ATP dari lemak) sehingga membentuk Glukosa Fosfat. Glukosa Fosfat atom C nya 6 ATP, kemudan diubah menjadi 2 Triose Fosfat ( karena masing-masing Triosa Fosfat atom C nya 3 ). Kemudian setelah menjadi Triosa Fosfat, maka akan menjadi asam piruvat. Nah, ini yang disebut glikolisis. Kemudian, dari asam piruvat akan menjadi asetil ko-A yang disebut dekarboksilasi Piruvat (Disebut Dekarboksilasi karena melepaskan CO2). Asetil ko-A kemudian menjadi substrat dari Siklus Krebs, yang selanjutnya oleh siklus krebs ini diteruskan menjadi rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif. Jadi, Yang dikatakan oksidasi sempurna glukosa itu tidak berhenti sampai glikolisis saja, tapi metabolisme lengkap sampai fosforilasi poksidatif. Kemudian, dari piruvat menjadi laktat, ini jika pada glikolisis anaerob. Glikolisis anaerob membutuhkan NADH yang berasal dari NAD (NAD= suatu enzyme derivat vitamin B3). Jadi, NAD mengalami reduksi menjadi NADH, kemudian NADH merubah piruvat menjadi laktat. Tujuan utama dari hal ini supaya NADH bisa terus diubah menjadio NAD, dan NAD bisa erus melangsungkan reaksi. Metabolisme Glikolisis : Tahap 1 : Glukosa butuh ATP Tahap 2 : Denagn bantuan enzim hexokinase dan glucokinase, ATP diubah menjadi ADP. Tahap 3 : Glukosa dari lemak menjadi Glukosa-6-Phosphate (artinye: Fosfat menempel pada atom C no.6 dari Glukosa. Tahap 4 : Dari Glukosa-6-Fosfat menjadi Fruktosa-6-Fosfat (Enzimnya berisomerase) Tahap 5 : Fruktosa-6-Fosfat diubah menjadi Fruktosa-6-fosfatase. Tahap 6: kemudian diubah menjadi Glyceral dehyde-3-phosphate dan Dihydroxyacetone fosfat Gliseraldehid 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat mengalami interkonversi dengan bantuan enzim fosfotriosa isomerase. Glikolisis berlangsung melalui oksidasi gliseraldehid 3-fosfat menjadi 1,3 bisfosfogliserat, dan karena aktivitas enzim fosfotriosa isomerase, senyawa dihidroksiaseton fosfat dioksidasi menjadi 1,3 bisfosfogliserat juga. Enzim yang bertanggung jawab adalah gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase, yang merupakan enzim yang bergantung pada NAD. Enzim ini mempunyai rumus bangun yang terdiri atas 4 polipeptida identik. Dimana setiap polipeptida terdapat gugus –SH. Mula-mula substrat akan bergabung dengan gugus –SH ini sehingga terbentuk senyawa tiohemiasetal yang dikeluarkan dalam reaksi ini ke NAD+. Melalui fosforilasi terbentuk 1,3 bisfosfogliserat yang akan dikatalisis oleh enzim fosfogliserat kinase menjadi senyawa 3-fosfogliserat. Karena setiap molekul glukosa yang mengalami glikolisis menghasilkan 2 molekul triosa fosfat, maka akan dihasilkan 2 molekul ATP per molekul glukosa, Senyawa 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase. Kemudian 2-fosfogliserat dikatalisis oleh enzim enolase dan melibatkan dehidrasi serta pendistribusian energi di dalam molekul, terbentuklah fosfoenolpiruvat. Fosfat berenergi tinggi pada fosfoenolpiruvat dipindah ke ADP oleh enzim piruvat kinase. Status redoks jaringan menentukan lintasan mana yang akan diikuti. Jika keadaan bersifat anaerob, reoksidasi NADH melalui pemindahan sejumlah unsur ekuivalen pereduksi melalui rantai respirasi oksigen akan dicegah. Piruvat direduksi oleh NADH menjadi laktat oleh enzim laktat dehidrogenase. Dalam keadaan aerob, piruvat diambil oleh mitokondria, dikonversi menjadi Asetil ko-A, akan dioksidasi menjadi karbondioksida lewat siklus krebs. - keterangan : meskipun kebanyakan reaksi glikolisis bersifat reversibel tapi tiga diantaranya merupakan reaksi irreversibel. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim heksokinase, fosfofruktokinase, dan piruvat kinase. Tahap persiapan • Memerlukan 2 molekul ATP • Memecah gula heksosa menjadi molekul 2 triose fosfat Tahap pengembalian / pay off • 4 ATP • 2 molekul piruvat • 2 molekul NADH + H Oksidasi sempurna glukosa melibatkan rx • Glikolisis, menghasilkan 8 ATP • Dekarboksilasi oksidatif piruvat, 6 ATP • Siklus Krebs, 24 ATP • Fosforilasi Oksidatif dan RR Total ATP = 38 ATP (Aerob) Total ATP an aerob = 2 ATP Intermediary metabolism, emphasizing pathways in carbohydrate biosynthesis. GLIKOGENESIS Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen dari glukosa Keterangan : Glukosa akan mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim heksokinase di otot dan glukokinase di hati. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi glukosa 1-fosfat yang dikatalisis oleh enzim fosfoglukomutase. Selanjutnya, senyawa glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) yang dikatalisis oleh enzim UDPGIc pirofosforilase membentuk nukleotida aktif uridin difosfat glukosa (UDOGIc). Hidrolisis pirofosfat inorganik berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi ke arah kanan persamaan reaksi. Dengan kerja enzim glikogen sintase, atom C1 pada glukosa yang diaktifkan UDPGIc membentuk ikatan dengan C4, sehingga membebaskan uridin difosfat. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya atau glikogen primer harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin. Keterangan : Ikatan lurus : 1 – 4 Ikatan Cabang : 1 - 6 Glukosa sisa disimpan dalam bentuk glikogen. Sebelumnya sudah ada glikogen primer, jadi glukosa hanya menambahkan cabang-cabangnya jika sudah berjumlah delapan. 1 – 4, maksudnya glukosa akan berikatan pada atom C no.1 dan atom C no.4 Glikogen disimpan di hepar dan otot. Insulin memacu pembentukan glikogen. Selain itu juga berperan menghambat CAMP, CAMP menghambat glikogenesis ( sintesis glikogen ) Table of Glycogen Storage Diseases TYPE ENZYM ORGAN MANIFESTASI Type 0 glycogen synthase liver hypoglycemia, early death, hyperketonia Type Ia: von Gierke's glucose-6-phosphatase liver hepatomegaly, kidney failure, thrombocyte dysfunction Type IIIa: Cori's or Forbe's liver and muscle debranching enzyme liver, skeletal and cardiac muscle infant hepatomegaly, myopathy Type IV: Anderson's branching enzyme liver, muscle hepatosplenomegaly, cirrhosis GLUKONEOGENESIS Glukoneogenesis merupakan pembentukan glukosa dari bahan bukan karbohidrat. Yaitu dari -Gliserol, -Laktat, -Asam-asam amino glukogenik, dan -Propionat (khusus Propionat untuk hewan memamah biak) Glukoneogenesis terjadi jika intake karbohidrat rendah Glukoneogenesis memenuhi kebutuhan tubuh akan gllukosa pada saat karbohidrat tidak tersedia dalam jumlah yang cukup pada makanan. Pasokan glukosa terus menerus diperlukan untuk sumber energi, khususnya bagi sistem saraf dan eritrosit. Selain itu, mekanisme glukoneogenik dipakai untuk membersihkan berbagai produk metabolisme ringan, misalnya, laktat yang dihasilkan oleh otot dan eritrosit, gliserol yang diproduksi oleh kelenjar adiposa. Enzim kunci Glukoneogenesis : 1. Piruvat -- > oksalat ( oleh enzim Piruvat karboksilase ) 2. oksalo  PEP ( enzim PEP karbisikinase ) 3. Fruktosa 1,6 bifosfat  Fruktosa 1,6 fosfat ( enzim Fruktosa-1,6-bifosfatase) 4. Glukosa 6 fosfat -- > Glukosa (enzim Glukosa-1,6-fosfatase) GLUKONEOGENESIS, HUBUNGAN DENGAN SIKLUS KREBS DAN GLIKOLISIS Keterangan : Karena glukolisis dan glukoneogenesis menggunakan lintasan yang sama tapi bekerja dengan arah yang berlawanan, maka aktivitas keduanya harus diatur secara timbal-balik. Cara ini dicapai melalui 3 mekanisme utama yang mempengaruhi aktivitas enzim-enzim yang penting, yaitu induksi atau represi sintesis enzim, modifikasi kovalen oleh fosforilasi yang reversible dan efek alosteri. glukoneogenesis - Universal ditemukan di hewan, tumbuhan , fungi dan mikroorganisme lainnya - 10 tahap reaksi, dan 7 diantaranya merupakan kebalikan glikolisis JALUR PENTOSA PHOSFAT ( HEKSOSA MONO FOSFAT SHUNT ) - merupakan jalur simpang dari Glukosa Fase Oksidatif Jalur Pentosa Phosphat Tujuan : - membebaskan NADPH ( untuk metabolisme lemak ) - menghasilkan O2 Gambar : Fase Oksidatif Jalur Pentosa Phosphat Tujuan : sintesis RNA maupun DNA, melalui Ribosa 5-fosfat Gambar : Glukogenolisis merupakan proses pengubahan Glikogen menjadi glukosa ( saat kekurangan glukosa )