Tampilkan postingan dengan label vitamin b1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vitamin b1. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Aalisa Zat Gizi, Cara Penentuan Kadar Tiamin



Prinsip :   Kolorimetri merupakan suatu metoda analisa kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan besaran warna antara larutan sampel dengan larutan standar dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dan detektor mata. Metoda ini didasarkan pada penyerapan cahaya tampak dan energi radiasi lainnya oleh suatu larutan.

Metoda ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan. Contohnya adalah larutan nitrit dibuat berwarna dengan pereaksi sulfanilamida dan N-(1-naftil)-etilendiamin. Jumlah radiasi yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi zat penyerap dalam larutan.

Absorbsi sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul umumnya menghasilkan eksitasi elektron bonding, akibatnya panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada pada molekul yang sedang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berharga untuk mengindentifikasi gugus-gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul. Akan tetapi yang lebih penting adalah penggunaan spektroskopi serapan ultra violet dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung gugus-gugus pengabsorbsi.

Vitamin B1 atau Thiamin mengandung system dua cincin, yaitu inti pirimidin dan thiazol. Dalam tanaman, terutama serealia, vitamin B1 terdapat dalam keadaan bebas, sedangkan dalam jaringan hewan terdapat sebagai koenzim, yaitu thiamin pirofosfat (TPP). Dalam larutan netral atau alkalis, thiamin mudah rusak, sedangkan dalam keadaan asam tahan panas. Thiamin stabil pada pemanasan kering, tapi mudah terurai oleh zat-zat pengoksidasi dan terhadap radiasi sinar ultraviolet.
Tujuan :   Membuktikan adanya vitamin B1 (Thiamin) secara kualitatif.
Syarat :   Syarat metode kolorimetri adalah larutan harus berwarna, jika larutan tidak berwarna, maka dilakukan dahulu pengomplekan dengan penambahan reagen pewarna.
Syarat pewarnaan, antara lain :
-          Warna yang terbentuk harus stabil
-          Reaksi pewarnaan harus selektif
-          Larutan harus transparan
-          Kesensiifan tinggi
-          Ketepatan ulan tinggi
-          Warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi.



Alat dan Bahan :

-          Sepasang labu ukur 100 mL yang identik
-          Pipa kaca berbentuk U
-          Selang karet dan penjepitnya
-          Satu set alat Bajerum Komperator
-          Larutan standar thiamin
-          NH4OH 1:1
-          Aquadest

Prosedur Kerja :

A.    Pembuatan Larutan Standar
1.      Buat larutan standar thiamin dengan menjepit 25 mL larutan standar induk 1000 ppm ke dalam labu 250 mL NH4OH 1:1 dan encerkan sampai tanda batas dengan aquades. Siapkan untuk dua buah.
2.      Untuk silinder herner, dengan bantuan selang dam pipa U. isap larutan ini ke dalam gelas ukur I sehingga membentuk system bejana berhubungan.
3.      Larutan tugas di isikan sebanyak 50 mL kedalam gelas ukur II/silinder sampel, lalu pasangkan bergandengan dengan silinder berisikan standar yang telah membentuk system bejana berhubungan terhadap labu ukur standar dengan latar belakang warna putih.
4.      Lakukan pengamatan secara vertikal terhadap kedua larutan. Untuk mendapatkan kesamaan warna dilakukan dengan mengatur tinggi rendahnya larutan standar
5.      Untuk ketepatan pengamatan, alaslah gelas ukur tersebut dengan kertas putih dan tempatkan kedua gelas ukur berdekatan.
6.      Jika telah tercapai kesamaan warna, maka ukurlah ketinggian larutan standar.

B.     Untuk Bajerum Comparator
1.      Masukkan larutan standar kedalam sisi Bajerun bagian depan, pada sisi belakangnya diisikanlarutan balnko pada ketinggian yang sama.
2.      Masukkan larutan sampel ke dalam wadahnya dengan isi lebih kurang 2/3 bagian.
3.      Tempatkan wadah sampel pada bagian atas alat bajerum comperator.
4.      Lakukan pengamatan secara horizontal, lalu geser kedudukan larutan sampel sedemikian rupa sampai di dapatkan tepat kesamaan pengamatan warna pada kedua sisi atas / bawah dengan latar belakang warna putih.
5.      Setelah didapatkan kesamaan warna, bacalah posisi skalanya dan konsentrasi.