Tampilkan postingan dengan label silabus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silabus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

DIETETIKA PENY. INFEKSI DAN DEFISIENSI


Deskripsi mata kuliah
  • Pengertian pelayanan gizi terpadu
  • Penerapan prinsip diit dalam keadaan sakit.
      Terapi diet : penyakit defisiensi , kegemukan atau pengaturan BB, saluran cerna, infeksi, hati dan kantung empedu.
Tujuan kurikuler
  • Pada akhir pendidikan, peserta didik mampu memberikan pelayanan diet secara terpadu dan berkesinambungan terhadap pasien dengan penyakit saluran cerna, infeksi, peny.hati dan kantung empedu, juga pengaturan berat badan.
Pokok bahasan
  • Terapi diet dalam upaya penyembuhan dan pemulihan.
  • Asuhan gizi terpadu dalam sistem pelayanan.
  • Standar makanan dan penggolongan menurut kepadatan.
  • Susunan menu dan cara memasak.
  • Langkah-langkah dalam pelayanan gizi pasien.
  • Penerapan diet penyakit defisiensi, saluran cerna, infeksi, penyakit hati dan empedu, serta pengaturan Berat badan.
Sejarah
n  Hipocrates (460-370 SM) à makanan berperan untuk penyembuhan penyakit . Contoh : (madu, air, serealia – menyembuhkan diare dan demam).
n  Florence Nightingale (l854) : pioner di bidang perawatan dan dietetik (makanan dapat mengobati prajurit yang luka).
n  DR. FW Facy (l870) : mengajar food dan dietetic. Perlunya makanan yang sesuai untuk orang sakit dan sehat . Jika pengelolaan makanan tidak baik dapat menyebabkan gizi kurang/buruk.
Perkembangan di Indonesia
n  1888 berdiri lab. Kesehatan oleh Belanda dan tahun l938 diubah menjadi lembaga Eykman di Indonesia
n  1950/1951 berdiri sekolah mendidik ahli diet 1 tahun--- disempurnakan 3 tahun
n  2004 --- dikembangkan pendidikan Gizi Strata I
n  Pendidikan Gizi : tenaga ahli madya dan ahli gizi.
Perkembangan konsep sehat
n  Masy primitif : sehat berarti bebas dari penyakit
            à pelayanan sifatnya kuratif
n  Masy modern : sehat perlu dikelola dan disiapkan à preventif
n  Pencegahan penyakit à kesehatan dan kualitas hidup masyarakat meningkat termasuk angka harapan hidup bangsa
n  5 level pencegahan penyakit : promosi, preventif, pencegahan dini, kuratif dan rehabilitatif
Perkembangan konsep gizi
n  Masyarakat makin maju -à faktor lingkungan dan perilaku  merupakan faktor utama menyebabkan seseorang sakit
n  Faktor lingkungan dan perilaku (lingkungan biologi, sosial, fisik dll)
n  Tujuan makan à kesehatan dan gizi
n  Prinsip (adequat, seimbang, kontrol energi, densitas zat gizi, variasi,moderat (sedang).
n  3 B (beragam, berimbang, bergizi)
n  Kebutuhan makan : umur, jenis kelamin, Berat badan, aktifitas, faktor stress dll
Terminologi
n  Makanan : bahan selain obat mengandung zat gizi dan berguna untuk mempertahankan kehidupan dan mengganti jaringan yang rusak
n  Diit : - makanan sehari-hari
           - makanan yg diatur
           - makanan diatur jumlah dan jenisnya u
             memenuhi kebutuhan /kepentingan
             tertentu.
n  Dietetika : ilmu dan seni yang mengatur perencanaan, persiapan dan penyajian makanan seseorang sesuai prinsip gizi yang pengaturannya mempertimbangkan ekonomi, sosial dan psikologi.
n  Profesi yang memperhatikan ilmu dan seni pelayanan gizi pada manusia sebagai komponen kesehatan yang esensial à PERSAGI, ASDI
n  Terapi diit : bag. Dari dietetik yang khusus menggunakan makanan utk tujuan penyembuhan.
n  Status gizi : keadaan seseorang sebagai akibat penggunaan zat gizi yang diperoleh tubuh -à antropometri, biokimia, klinis , konsumsi (anamnesa riwayat gizi)


Terapi diit penting?
n  Sakit à kebutuhan gizi meningkat karena makan bukan hanya memenuhi kebutuhan organ, meningkatkan daya tahan, mengganti sel yang rusak dan mempercepat penyembuhan.
n  Meningkatnya masalah gizi kurang di rumah sakit
Pasien RS – malnutrition
n  Pada waktu masuk sudah kurang gizi
n  Pembatasan diit terlalu lama
n  Makan kadang terlewatkan karena terganggu pemeriksaan medis atau nafsu makan kurang
Prinsip dan konsep dasar Terapi diit
n  Memelihara atau mempertahankan status gizi (koreksi kelebihan atau kekurangan)
n  Memberikan istirahat organ.
n  Menyesuaiakan BB dengan kondisi yang diinginkan.
n  Menyediakan makanan sesuai toleransi dan metabolismenya : jumlah, jenis, dan waktu.
Kunci keberhasilan manajemen diet
n  Individu → manusia unik → latar belakan fisiologi, emosi, sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda. Oleh karena melakukan wawancara baik kepada indevidu tersebut atau keluarge merupakan kunci keberhasilan( mengambil data riwayat dll)
Makanan berkualitas
n  Makanan yang dipilih, disiapkan dengan tujuan tertentu, memenuhi kebutuhan gizi, dapat diterima, atraktif dan aman.
Alat bantu ahli gizi– asuhan gizi
n  PUGS
n  KGA
n  Penuntun diit
n  Daftar komposisi bahan makanan
n  Daftar penukar
n  Daftar Interaksi obat dan zat gizi
n  Nilai normal hasil lab
Cara menghitung kebutuhan energi
n  Bayi : 110 – 120 Kal/kg BB
n  Anak : 1000 + (100 x umur dlm th) atau
Umur   Kal/kgBB        RDA (89)        CMBRG
1-3 th               105                  102                  100
4-6 th               90                    89,6                 90
7-9 th               75                    73,2                 80
10-12 th           65 (laki)           65,3                 70
                                    55 (prm)          54,6                 60 (13-15 th)
                                                                                    50 (>15 th)
Cara menghitung BBI
n  Bayi : Panjang/TB naik 24, 12, 8 cm selama th 1, 2, 3. kemudian naik 4 cm s.d 8 th
n  Anak : BBI = (umur (th) x 2 ) + 8
n  Dewasa : brocca
TB – 100 plus minus 10%, kecuali wanita TB 155 cm, laki2 TB 160 cm tdk dilakukan koreksi
Cara menghitung kebutuhan energi
n  Remaja :
            13-15 th           55 Kal/kgBB (laki2)
                                                45 Kal/kgBB (perempuan)
            16-19 th           45 Kal/kgBB (laki2)
                                                40 Kal/kgBB (perempuan)
Rata2 45 Kal/kgbb utk laki & perempuan     
n  Metode I (Cooper dkk)
            BMR = 1 Kal/kgBB ideal/jam + aktifitasfisik
Pertambahanan aktifitas fisik : bed rest 10%, ringan 30% sedang 50%, agak berat 75%, berat 100%
n  Metode II (Krause) : aktifitas Kal/kgBBI/hr
            bed rest :27,5; sangat ringan 30; ringan 35 sedang 40; berat 45
n  Metode Harris Benedict utk dewasa
BEE laki2= 66,47 +13,75(BB) + 5(TB)-6,75 (U)
BEE Perempuan=655,1+9,56(BB)+1,85(TB)-4,67 (U)
Keb energi = BEE x faktor aktifitas x faktor stres
Cara menghitung kebutuhan bayi dan anak
n  Bayi : 120 -110 kg/BBI
n  Anak
n  A. 1000 + (100 X umur dalam tahun)
n  Aturan berat : 10 kg berat pertama x 100 + 10 kg berat kedua x 50 kg cal + 10 kg Berat ke3 x 25 kg)
Distribusi total energi ke dalam HA, protein & lemak
n  HA 50-60%
n  Protein : 10-15%
            bayi 8-10 %, anak 10%, remaja 12%, dewasa 10-15%
n  Lemak
            dewasa aktif sedang 20-25%, anak remaja sangat aktif 30-35%

Sabtu, 28 April 2012

CONTOH SILABUS GIZI KULINER LANJUT


SILABUS MATA KULIAH

Program Studi                         : S1 Gizi
Kode Mata Kuliah                  : PIG
Nama Mata Kuliah                  : Gizi Kuliner Lanjut
Jumlah SKS                            : 3 (2 SKS teori dan 1 SKS praktek)
Mata Kuliah Pra Syarat           : Gizi Kuliner Dasar
Dosen                                      : Tugiranto, S.Gz, Dietisien (TG)
                                                  Dyah Widowati, SKM (DW)
Waktu                                                 : 100 Menit
Deskripsi Mata Kuliah           : Mata kuliah ini merupakan komponen mata kuliah keahlian yang mempunyai arti sangat luas dalam memberikan pemahaman tentang dasar-dasar pengolahan makanan oriental, pengolahan makanan kontinental dan penyusunan menu internasional.
Standar Kompetensi               : Mahasiswa dapat mengetahui, memahami dan mampu menerapkan teori tentang seni dan teknik pengolahan makanan oriental dan continental dalam menyusun menu internasional.





A.    Lingkup Materi dan Pengalaman Belajar
Waktu
Kompetensi Dasar
Indikator
Pengalaman
Belajar
Materi Ajar
Pengajar
Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penilaian
PBC-I
Memahami Gambaran Umum Mata Kuliah dan Prinsip Kuliner Gizi serta Sistem Penilaian
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat:
1.    Memahami gambaran mata kuliah.
2.    Mengetahui Prinsip-prinsip Gizi Kuliner di bidang Ilmu Gizi
3.    Mengetahui system penilaian
1.    Mengkaji gambaran umum mata kuliah.
2.    Mengkaji prinsip-prinsip Gizi Kuliner.
1.    Deskripsi, tujuan dan pokok bahasan/ materi perkuliahan
2.    Prinsip-prinsip Gizi Kuliner
3.    Ikhtisar masalah Gizi Kuliner
TG
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Gilmore S.A.Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
5.    Hand Out Silabus
-
PBC-II
Memahami pengertian dan perbedaan pola makanan oriental dan kontinental
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat:
1.   Menyebutkan pengertian makanan oriental
2.   Menyebutkan pengertian makanan kontinental
3.   Membedakan pola makanan oriental dan kontinental
1.    Mengkaji pengertian makanan oriental dan kontinental
2.    Mengkaji perbedaan pola makanan oriental dan kontinental
1.    Pengertian makanan oriental dan kontinental
2.    Pola makanan oriental dan kontinental
3.    Perbedaan pola makanan oriental dan kontinental
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Gilmore S.A.Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
5.    Drummond KE. Nutrition Food Service and Culinary Professionals. USA: Wiley. 2004
Kuis
PBC-III
Memahami pengertian, pola makan dan etika makan Negara-negara Asia Tenggara
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat:
1.   Menjelaskan sejarah pola makan di Negara-negara Asia Tenggara
2.   Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Asia Tenggara
3.   Membedakan karakteristik pola makan dari Negara-negara Asia Tenggara
4.   Membedakan etika makan di Negara-negara Asia Tenggara
5.   Menyebutkan peralatan masak dan peralatan makan dari Negara-negara Asia Tenggara
6.   Menyebutkan bahan makanan dan makanan populer dari Negara-negara Asia Tenggara
1.    Mengkaji pengertian, pola makan Negara-negara Asia Tenggara
2.    Mendiskusikan etika makan Negara-negara Asia Tenggara berdasarkan literatur
1.    Sejarah pola makan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Asia Tenggara
2.    Faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Asia Tenggara
3.    Karakteristik pola makan Negara-negara Asia Tenggara
4.    Etika makan di Negara-negara Asia Tenggara
5.    Peralatan memasak dan peralatan makan di Negara-negara Asia Tenggara
6.    Bahan makanan dan makanan popular di Negara-negara Asia Tenggara
TG
1.    LCD, Laptop
2.    OHP, Transparan
3.    Whiteboard, spidol
4.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
5.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
6.    www.wikipedia.org.cuisine southeast asian.
Test essay, test obyektif
PBC-IV
Memahami pengertian, pola makan dan etika makan Negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea, Jepang, Hongkong)
Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat:
1.   Menjelaskan sejarah pola makan di Negara-negara Asia Timur
2.   Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Asia Timur
3.   Membedakan pola makan dari Negara-negara Asia Timur
4.   Membedakan etika makan di Negara-negara Asia Timur
5.   Menyebutkan peralatan memasak dan peralatan makan dari Negara-negara Asia Timur
6.   Menyebutkan bahan makanan dan makanan populer dari Negara-negara Asia Timur
1.    Mengkaji pengertian, pola makan Negara-negara Asia Timur
2.    Mendiskusikan etika makan Negara-negara Asia Timur berdasarkan literatur
1.    Sejarah pola makan di Negara-negara Asia Timur
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Asia Timur
3.    Karakteristik pola makan di Negara-negara Asia Timur
4.    Etika makan di Negara-negara Asia Timur
5.    Peralatan memasak dan peralatan makan
6.    Bahan makanan dan makanan populer
TG
1.    LCD, Laptop, OHP
2.    Whiteboard, Spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    www.wikipedia.org. cuisine east asian
Test essay dan test obyektif
PBC-V
Memahami pengertian, pola makan dan etika makan Negara-negara Timur Tengah
Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat:
1.   Menjelaskan sejarah pola makan di Negara-negara Timur Tengah
2.   Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Timur Tengah
3.   Membedakan pola makan dari Negara-negara Timur Tengah
4.   Membedakan etika makan di Negara-negara Timur Tengah
5.   Menyebutkan pealatan memasak dan peralatan makan dari Negara-negara Timur Tengah
6.   Menyebutkan bahan makanan dan makanan populer dari Negara-negara Timur Tengah
1.    Mengkaji pengertian, pola makan Negara-negara Timur Tengah
2.    Mendiskusikan etika makan Negara-negara Timur Tengah berdasarkan literatur
1.    Sejarah pola makan di Negara-negara Timur Tengah
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Timur Tengah
3.    Karakteristik pola makan Negara-negara Timur Tengah
4.    Etika makan Negara-negara Timur Tengah
5.    Peralatan memasak dan peralatan makan
6.    Bahan makanan dan makanan yang Populer di Negara-negara Timur Tengah
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    OHP, transparan
4.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
5.    Manoppo. Pengolahan, penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
6.    www.wikipedia.org.
Test essay dan test obyektif
PBC-VI
Memahami pengertian, pola makan  Negara-negara Eropa
Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat:
1.   Menjelaskan sejarah pola makan di Negara-negara Eropa
2.   Menjelaskan faktor –faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Eropa
3.   Membedakan pola makan dari Negara-negara Eropa
1.    Mengkaji pengertian, pola makan Negara-negara Eropa
1.Sejarah pola makan di Negara-negara Eropa
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan di Negara-negara Eropa
3.    Karakteristik pola makan Negara-negara Eropa
TG
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    OHP, transparan
4.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
5.    www.wikipedia.org.
Test essay, diskusi dan test obyektif
PBC-VII
Memahami Etika-etika Makan Negara-negara Eropa
4.   Membedakan etika makan di Negara-negara Eropa
5.   Menyebutkan peralatan memasak dan peralatan makan di Negara-negara Eropa
6.   Menyebutkan bahan makanan dan makanan populer dari Negara-negara Eropa
2.Mendiskusikan etika makan Negara-negara Eropa berdasarkan literature dengan diskusi kelompok
4.  Etika makan Negara-negara Eropa
5.  Peralatan memasak dan peralatan makan di Negara-negara Eropa
6.  Bahan makanan dan makanan yang populer
TG
1.    LCD, Laptop
2.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
3.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
Test essay, diskusi dan test obyektif
PBC-VIII
Ujian Mid Semester


Midtern
TG
DW
1.    Hand Out
2.    HVS
HasilUMS
PBC-IX
Memahami pengertian dan karakteristik makanan pembuka (Appetizer)
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.   Menjelaskan definisi makanan pembuka
2.   Menjelaskan fungsi makanan pembuka
3.   Menyebutkan penggolongan makanan pembuka
4.   Menyebutkan bahan-bahan dasar pembuatan makanan pembuka
5.   Menjelaskan fungsi dari bahan-bahan dasar
6.   Menjelaskan besar porsi
7.   Menjelaskan proses dan teknik pengolahan serta penyajian
8.   Menyebutkan peralatan, pengolahan dan penyajian
9.   Menyebutkan contoh makanan pembuka
1.    Mengkaji pengertian dan karakteristik makanan pembuka
2.    Mendiskusikan bahan-bahan dasar, fungsi bahan dasar dan contoh makanan pembuka
1.    Definisi makanan pembuka
2.    Fungsi makanan pembuka
3.    Penggolongan makanan pembuka
4.    Bahan-bahan dasar pembuatan makanan pembuka
5.    Fungsi dari bahan-bahan dasar
6.    Besar porsi
7.    Proses dan teknik pengolahan dan penyajian
8.    Peralatan pengolahan dan penyajian
9.    Contoh makanan pembuka
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    Gilmore SA. Food Preparation Study Course. Iova State Press. 2002
6.    Drummond KE. Nutrition Food Service and Culinary Professionals. USA: Wiley. 2004
Test essay dan test obyektif
PBC-X
Memahami pengertian dan karakteristik sup
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Menjelaskan definisi sup
2.    Menjelaskan fungsi sup
3.    Menyebutkan bahan-bahan dasar pembuatan sup
4.    Menyebutkan fungsi dan bahan-bahan dasar
5.    Menjelaskan besar porsi sup
6.    Menjelaskan proses dan teknik pengolahan serta penyajian
7.    Menyebutkan peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Menyebutkan jenis-jenis sup
1.    Mengkaji karakteristik sup
2.    Mendiskusikan teknik pembuatan sup
1.    Definisi sup
2.    Fungsi sup
3.    Bahan-bahan dasar sup
4.    Fungsi bahan-bahan dasar sup
5.    Besar porsi sup
6.    Proses, teknik pengolahan  dan penyajian
7.    Peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Jenis-jenis sup
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    Gilmore SA. Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
Test essay dan test obyektif
PBC-XI
Memahami pengertian dan karakteristik makanan utama (main course)
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Menjelaskan definisi makanan utama
2.    Menjelaskan fungsi makanan utama
3.    Menyebutkan bahan-bahan dasar pembuatan makanan utama
4.    Menyebutkan bahan tambahan atau sidedishes
5.    Menjelaskan besar porsi makanan utama
6.    Menjelaskan proses dan teknik pengolahan serta penyajian
7.    Menyebutkan peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Menyebutkan contoh makanan utama
1.    Mengkaji pengertian dan karakteristik makanan utama
2.    Mendiskusikan bahan-bahan dasar, bahan tambahan dan contoh makanan utama
1.    Definisi makanan utama
2.    Fungsi makanan utama
3.    Bahan-bahan dasar pembuatan makanan utama
4.    Bahan-bahan tambahan (sidedishes)
5.    Besar porsi
6.    Teknik dan proses pengolahan penyajian
7.    Peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Contoh makanan pembuka
TG
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran, Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    Gilmore SA. Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
6.    Drummond KE. Nutrition Food Servic and Culinary Professionals. USA: Wiley. 2004
7.    www.wikipedia.org. main course
Test essay dan test obyektif
PBC-XII
Memahami pengertian dan karakteristik makanan penutup (dessert)
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Menjelaskan definisi makanan penutup
2.    Menjelaskan fungsi makanan penutup
3.    Menyebutkan bahan-bahan dasar pembuatan makanan penutup
4.    Menyebutkan bahan tambahan (side dishes) dan toping
5.    Menjelaskan besar porsi
6.    Menjelaskan proses dan teknik pengolahan serta penyajian
7.    Menyebutkan peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Menyebutkan contoh makanan penutup
1.    Mengkaji pengertian dan karakteristik makanan penutup
2.    Mendiskusikan bahan-bahan dasar, bahan tambahan dan contoh makanan penutup
1.    Definisi makanan penutup
2.    Fungsi makanan penutup
3.    Bahan-bahan dasar pembuatan makanan penutup
4.    Bahan-bahan tambahan (side dishes dan toping)
5.    Besar porsi makanan penutup
6.    Teknik dan proses pengolahan penyajian
7.    Peralatan pengolahan dan penyajian
8.    Contoh-contoh makanan penutup
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    Gilmore SA. Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
6.    Drummond KE. Nutrition Food Servic and Culinary Professional. USA: Wiley. 2004
7.    www.wikipedia.org dessert
Test essay dan test obyektif
PBC-XIII
Memahami penataan meja (banquet)
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Menyebutkan definisi banquet
2.    Menyebutkan jenis-jenis peralatan banquet
3.    Menjelaskan etika bandquet
4.    Membuat skema dan jalur kerja banquet
1.    Mengkaji pengertian banquet
2.    Mendiskusikan etika banquet
3.    Menyusun skema dan jalur kerja
1.    Pengertian banquet
2.    Peralatan
3.    Skema dan jalur kerja
DW
1.     LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    Manoppo. Pengolahan, Penyajian makanan dan minuman oriental-kontinental. Jakarta. 1994
5.    Gilmore SA. Food Preparation Study Course. Iowa State Press. 2002
6.    Drummond KE. Nutrition Food Servic and Culinary Professional. USA: Wiley. 2004
7.    www.wikipedia.org banquet
Test essay dan tugas rumah
PBC-XIV
Mampu membuat hiasan makanan (garnish) untuk berbagai hidangan
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Memilih bahan untuk membuat garnish
2.    Memilih peralatan untuk membuat garnish
3.    Memilih garnish sesuai dengan jenis hidangan
4.    Membuat garnish
1.    Mengkaji bahan dan peralatan garnish
2.    Mempraktekkan pembuatan garnish
1.    Bahan-bahan garnish (sayur dan buah)
2.    Peralatan pembuatan garnish
3.    Teknik pembuatan garnish
DW
1.    LCD, Laptop
2.    Hartanto. Garnish Flora dan Garnish Fauna. Gramedia. 2006
Hasil Garnish
PBC-XV
Mengerti Etika Menyantap Jamuan Makan secara Internasional (Table Manner)
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu:
1.    Menjelaskan Pengertian Table Manner
2.    Melakukan Tata Cara menghadiri sebuah jamuan.
3.    Menjelaskan Bentuk Jamuan Makan.
4.    Menjelaskan Hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama jamuan makan.
5.    Menjelaskan Hal-hal etika yang baik dan benar selama jamuan makan.
6.    Mempraktekkan Etika dan Tata Cara menyantap hidangan pembuka (appetizer).
7.    Mempraktekkan Etika dan Tata Cara menyantap hidangan soup.
8.    Mempraktekkan Etika dan tata cara menyantap Hidangan Utama.
9.    Mempraktekkan Etika dan tata Cara menyantap Hidangan Penutup (dessert) dan Digestif Drink.
1.    Mengkaji Pengertian dan Etika serta Tata Cara Jamuan Makan
2.    Mempraktekkan Table Manner
1.      Definisi Table Manner
2.      Tata Cara menghadiri sebuah jamuan.
3.      Bentuk Jamuan Makan.
4.      Hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama jamuan makan.
5.      Hal-hal etika yang baik dan benar selama jamuan makan.
6.      Etika dan Tata Cara menyantap hidangan pembuka (appetizer).
7.      Etika dan Tata Cara menyantap hidangan soup.
8.      Etika dan tata cara menyantap Hidangan Utama.
9.      Etika dan tata Cara menyantap Hidangan Penutup (dessert) dan Digestif Drink.
TG
1.    LCD, Laptop
2.    Whiteboard, spidol
3.    Sunardi, T. Pelajaran Gizi Kuliner Akademi Gizi. Jakarta. 2002
4.    www.wikipedia.org table manner
Test etika table manner
PBC-XVI
Ujian Akhir Semester


UAS

1.    Hand Out Soal
2.    HVS lembar jawaban
Hasil UAS









B.     Kepustakaan Lain
·         Referensi yang dipilih masing-masing dosen.



Jambi, 15 Januari 2012
Koordinator Mata Kuliah

Tugiranto, SGz, Dietisien.
       NPM.20931056.