Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Manajemen Asuhan Gizi Pasien


3 asuhan, terdiri dari
n  Asuhan Gizi
n  Asuhan Keperawatan 
n  Asuhan Medis
Mekanisme asuhan gizi (PGRS)

Pelayanan gizi/asuhan gizi/dietetic process (DAA)
         Adalah proses yg dinamis sebab pasien sbg fokus asuhan gizi selalu berubah, pd saat yg sama terjadi perubahan penyakit akibat intervensi medis, gizi & sosial
         Proses pelayanan diet berupa siklus manajemen penyakit & pasien/klien sekaligus

Model Pelayanan Gizi Rawat Inap & Rawat Jalan (Penuntun Diet)

Terapi Gizi Medis (MNT)
         Tahun 1990 à mempromosikan manfaat pengelolaan/pengobatan penyakit dengan gizi.
         Komponen : Pengkajian gizi, penyediaan modifikasi diet, konseling gizi, terapi gizi khusus.
         Tahun 2001 : manfaat MNT adalah diagnosa gizi, pemberian terapi & konseling untuk tujuan penanganan penyakit yang dilakukan oleh RD atau profesional gizi.
Nutrition Care Process (ADA 2006)
         Metode pemecahan masalah yang sistematis dan digunakan profesi dietetik secara kritis dalam membuat keputusan tentang masalah gizi & penyediaan pelayanan gizi yang berkualitas & efektif secara aman.
Tujuan NCP (Nutrition Care Process)
         Metode sistematik & terstruktur à berfikir kritis dalam membuat keputusan
         Mengelola pelayanan gizi secara menyeluruh (holistik) dan ilmiah
         Membantu pasien memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatannya
         Menghasilkan dampak yang baik
4 step dalam NCP
  1. Nutrition assessment (pengkajian gizi)
  2. Nutrition diagnosis (diagnosa gizi)
  3. Nutrition intervention (intervensi gizi)
  4. Nutrition monitoring & evaluatin (monitoring & evaluasi gizi)
Asessmen atau pengkajian gizi
         Skrining atau asessmen awal dilakukan setelah pasien dirawat 1-3 hari untuk mengetahui apakah pasien butuh asessmen lanjutan
         Skrining dapat dilakukan dengan cepat misal adanya penurunan BB (10%) dalam waktu singkat perlu di kaji lebih lanjut untuk mencegah adanya gizi kurang, dengan Subyektif Global Assessment (SGA) dll
         Asessmen lanjutan : sosek, status gizi, data lab, data medik & riwayat gizi
Pengkajian Gizi
         Menggunakan data riwayat gizi melalui wawancara & pengukuran
         Meliputi : BB, TB, riwayat BB; Data pemeriksaan biokimia; asupan makan, kemampuan menerima, mengunyah, menelan makanan, pasien makan sendiri, fungsi organ saluran cerna, ada konstipasi, kembung, diare, food alergi/tolerance; obat yg diminum (potensi adanya interaksi obat & gizi), adanya trauma, infeksi, luka bakar, stress, faktor yang pengaruhi status gizi (kesukaan, budaya dll)
         Riwayat gizi : makanan yang disukai & tidak disukai, tipe makanan yang dikonsumsi sehari-hari (recall makan 24 jam, asupan makan setiap hari & hari libur), frekuensi makan & waktu makan, fasilitas masak, anggaran makan perorang perhari, jenis suplemen yg dikonsumsi (tablet, kapsul, vitamin dll)
         Kebutuhan diet selama dirawat : makanan yg disukai & tidak disukai, preskripsi diet & alasan diberikan diet tsb, nafsu makan (kemampuan mengunyah, ada mual/muntah, kembung/nyeri dll), ada hambatan fisik
Perencanaan
         Berdasarkan hasil asessmen dibuat rencana pelayanan gizi meliputi preskripsi diet, tujuan diet & strategi mencapai tujuan
         Mis pasien DM dg kelebihan BB
         Tujuan :
Menurunkan glukosa darah s.d.batas normal dalam waktu 1 bln
Menurunkan BB secara bertahap s.d. batas normal dalam waktu 3 bln
Mampu memilih jenis & jumlah makanan sesuai kebutuhan
         Strategi : menetapkan preksripsi diet dg tepat, menyediakan makanan sesuai kebutuhan gizi, selera, kemampuan menerima, memberikan penyuluhan & konsultasi gizi.
Tujuan terapi diet
         Memelihara/mempertahankan kesehatan melibatkan : pencegahan (preventif), diagnosa dini, penyembuhan (kuratif) dan istirahat (keseimbangan hidup baik sbg individu/masyarakat)
         Contoh :
Terapi diet pasien Diabetes Melitus (DM) tidak hanya penyembuhan DM, namun memikirkan pencegahan penyakit baru yg diakibatkan karena DM, misal perlu memperhatikan asupan lemak, menurunkan BB (kalau pasien gemuk), mengurangi asupan garam (bila ada tanda-tanda hipertensi), kesimpulan terapi diet harus berfikir menyeluruh (holistik)

Implementasi & Evaluasi
         Implementasi pelayanan gizi hendaknya sesuai rencana
         Implementasi pelayanan gizi dievaluasi berdasarkan hasil lab, asupan makan, antropometri/status gizi, sikap, perilaku dan pengetahuan tentang makanan, & perkembangan penyakit secara keseluruhan
         Jika hasil evaluasi tidak mencapai tujuan atau timbul masalah maka dilakukan peninjauan ulang disetiap langkah pelayanan gizi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam terapi diet atau asuhan gizi
         Keadaan penyakit yg perlu perubahan diet : kondisi akut, kronis, data klinis, lab
         Kemungkinan lamanya penyakit
         Alasan perubahan diet, karakteristik diet, keuntungan & kerugiannya, modifikasi diet & indikasi penggunaannya
         Toleransi pasien terhadap makanan
Pengaruh penyakit terhadap penerimaan makanan
         Stress karena penyakit : kecemasan, rasa takut dll
         Pengaruh obat : anoreksia, mempengaruhi absorpsi & utilisasi
         Pengaruh sakit terhadap proses penyakit, kebiasaan makan dll
         Stress gizi : trauma, infeksi, stress psikis dan lain - lain  dapat menyebabkan keseimbangan zat gizi terganggu
         Modifikasi diet : cenderung menambah problem dan perlu konsultasi gizi
Hal - hal yg perlu perhatian dalam penyembuhan penyakit secara individu
         Ingin dilayani secara individu (setiap pasien punya kebutuhan psikis, sosial & spiritual)
         Pasien haurs berperan dalam pengobatan, harus diberi pengertian tentang pengobatannya
         Pasien mengharap setiap tingkah laku dapat diterima sebagai bagian dari sakitnya
         Mengharap akan dilayani dengan ramah, sabar & penuh perhatian
Dokumentasi SOAP
         S (subyektif) : catt bgm asumsi & keluhan ps ttg penyakit & dietnya (riwayat penyakit klg, dahulu, sekarang, pola mak, kead sosek, lingkungan), termasuk kesan pewawancara terhadap performance & sikap pasien
         O (obyektif) : Antropometri (BB, TB, LLA dll), Biokimia, Clinis (hasil diagnosa, hasil observasi), Dietary atau anamnesa diet (kebiasaan, pola, frek mak, b.m yg sering digunakan)
         A (assessmen) :
klinis (diagnosa penyakit),
gizi (st gizi, pemenuhan gizi terhdp kebut),
pengetahuan, assessment kasus keseluruhan
         P (planning) :
            Tujuan diet, prinsip/syarat diet,
            strategi penyuluhan/konseling,
            strategi/prosedur monitoring
Peranan Anggota Tim Asuhan Gizi
         Dokter : kapten, tanggung jwb terhadap pasien, tentukan diagnosa & terapi
         Perawat : jalur komunikasi anggota tim dengan pasien, membantu pasien saat makan, mengawasi, mencatat & melaporkan respon pasien terhadap diet
         Ahli gizi : terjemahkan diet dalam hidangan, rencana pelayanan gizi-evaluasi, beri konseling/penyuluhan, menilai status gizi pasien, buat pola mak sesuai kebiasaan & pengobatan, anjuran makanan enteral jika diperlukan